SELAMAT DATANG DI METEOR FOTO "Sangkan Paraneng Dumadi"

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Upacara Pernikahan Tradisional Solo

penganten adat solo
 Hampir setiap minggu saya motret dokumentasi resepsi pernikahan dan suka ga' suka, bosen ga' bosen tetep harus saya jalani karena itulah profesi saya saat ini (fotografer amatiran). Entah sudah berapa pasang pengantin dan jenis adat tradisional yang sudah saya poto(males ngitungnya). Dari sini saya terinspirasi untuk posting tentang Upacara Adat Pernikahan Tradisional dan saya langsung googling mrono-mrene (kesana-kemari) mencari bahan yang di butuhkan dan akhirnya saya menemukannya Upacara Adat Tradisional di Indonesia. Indonesia emang luar biasa kalo soal Adat Tradisional tapi kalo soal yang laen (ga' ikutan ahhh,,). Disini saya akan share sebagian kecil dari Adat Tradisional yang ada di Indonesia di antaranya adalah :

Adat Jawa - Surakarta
urutanya adalah :

        Lamaran
        Persiapan Pernikahan
             Hiasan Pernikahan
        Upacara Siraman 
            Pecah Kend
            Pangkas Rikmo lan Tanam Rikmo
            Ngerik
            Gendhongan
            Dodol Dhawet
            Temu Panggih
            Penyerahan Cikal
            Penyerahan Jago Kisoh
           Tukar Manuk Cengkir Gading
       Upacara Midodareni
             Peningsetan
             Nyantri
       Upacara Resepsi
            Pawai (untuk anggota kerajaan)

Adat Jawa - Yogyakarta 
urutanya adalah :

    Upacara Nontoni
    Upacara Lamaran
    Upacara Peningsetan
    Upacara Tarub
    Upacara Nyantri
    Upacara Siraman
    Upacara Midodareni
    Upacara Langkahan
    Upacara Ijab
    Upacara Panggih
    Upacara Sungkeman

Adat Sunda
Adat Batak
Adat Betawi
Adat Melayu
Adat Minangkabau
macam-macam adat Minangkabau :

    Adat Padang
    Adat Bukittinggi
    Adat Pesisir Selatan
    Adat Solok

Dan disini saya sampaikan sedikit penjelasan tentang Upacara Adat Solo:

Upacara Ritual Solo

Setelah itu pengantin laki-laki (dengan ditemani kerabat dekatnya (orang tuanya tidak boleh menemaninya dalam acara ini) tiba di depan gerbang rumah pengantin perempuan dan pengantin perempuan keluar dari kamar pengantin dengan diapit oleh dua orang tetua perempuan dan diikuti dengan orangtua dan keluarganya. Di depannya dua anak perempuan (yang disebut Patah) berjalan dan dua remaja laki-laki berjalan membawa kembar mayang dan kemudian melanjutkan upacara dengan melakukan beberapa ritual:
Balangan Suruh
Pada saat jarak mereka sekitar tiga meter, mereka saling melempar tujuh bungusan yang berisi daun sirih, jeruk, yang ditali dengan benang putih. Mereka melempar dengan penuh semangat dan tertawa. Dengan melempar daun sirih satu sama lain, menandakan bahwa mereka adalah manusia, bukan makhluk jadi-jadian yang menyamar jadi pengantin. Selain itu ritual ini juga melambangkan cinta kasih dan kesetiaan.
Wiji Dadi
Mempelai laki-laki menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian pengantin perempuan akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya

Pupuk
Ibu pengantin perempuan yang mengusap pengantin laki-laki sebagai tanda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari keluarga.

Sindur Binayang
Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan sang ibu memberikan dukungan moral.

Timbang / Pangkon
Di dalam ritual ini pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin perempuan, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti bahwa cinta mereka sama-sama kuat dan juga sebagai tanda kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya.

Tanem
Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan mendudukkan pasangan pengantin di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat.

Tukar Kalpika
Mula-mula, pengantin pria meninggalkan kamarnya dengan diapit oleh anggota laki-laki keluarga (saudara laki-laki dan paman-paman). Seorang anggota keluarga yang dihormati terpilih untuk berperan sebagai kepala rombongan.

Pada waktu yang sama, pengantin perempuan juga meninggalkan kamar sambil diapit oleh bibi-bibinya untuk menemui pengantin pria. Sekarang kedua pengantin duduk di meja dengan wakil-wakil dari masing-masing keluarga, dan kemudian saling menukarkan cincin sebagai tanda cinta.

Kacar-kucur / Tampa Kaya / Tandur
Dengan bantuan Pemaes, pasangan pengantin berjalan dengan memegang jari kelingking pasangannya, ke tempat ritual kacar-kucur atau tampa kaya. Pengantin pria akan menuangkan kacang kedelai, kacang tanah, beras, jagung, beras ketan, bunga dan uang logam (jumlahnya harus genap) ke pangkuan perempuan sebagai simbol pemberian nafkah. Pengantin perempuan menerima hadiah ini dengan dibungkus kain putih yang ada di pangkuannya sebagai simbol istri yang baik dan peduli.

Dahar Kembul / Dahar Walimah
Kedua pengantin saling menyuapi nasi satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah dan senang dan saling menikmati milik mereka bersama. Pemaes akan memberikan sebuah piring kepada pengantin perempuan (berisi nasi kuning, telur goreng, kedelai, tempe, abon, dan hati ayam). Pertama-tama, pengantin pria membuat tiga bulatan nasi dengan tangan kanannya dan menyuapkannya ke mulut pengantin perempuan. Setelah itu ganti pengantin perempuan yang menyuapi pengantin pria. Setelah makan, mereka lalu minum teh manis.

 Rujak Degan
Acara pembuka untuk anak pertama, memohon supaya segera memiliki anak. Rujak degan artinya agar dalam pernikahan selalu sehat sejahtera.

 Bubak Kawah
Acara perebutan alat-alat dapur untuk anak pertama. Artinya agar pernikahan keduanya sehat dan sejahtera.

Tumplak Punjen
Acara awal untuk anak bungsu. Artinya segala kekayaan ditumpahkan karena menantu yang terakhir.

Mertui
Orang tua pengantin perempuan menjemput orang tua pengantin laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara. Kedua ibu berjalan di muka, kedua ayah di belakang. Orangtua pengantin pria duduk di sebelah kiri pasangan pengantin, dan sebaliknya.

Sungkeman
Kedua pengantin bersujud memohon restu dari masing-masing orangtua. Pertama-tama ayah dan ibu pengantin perempuan, kemudian baru ayah dan ibu pengantin pria. Selama sungkeman, Pemaes mengambil keris dari pengantin pria, dan setelah sungkeman baru dikembalikan lagi.

RESEPSI
Setelah semua upacara selesai dilakukan, saatnya untuk resepsi pernikahan dan para tamu mulai makan dan minum makanan tradisional Solo dengan disertai tari tradisional Jawa dan musik gamelan. Acara foto-foto dan salam-salaman dengan kedua pengantin juga dilangsungkan.

Dan buat sobat-sobat yang mungkin lebih faham tentang upacara adat pernikahan Solo saya mohon maaf kalo ada kesalahan dalam penyampaian ini. semoga bermanfaat!

 Sumber referensi : Di sini

3 komentar:

hzndi mengatakan... Reply Comment

banyak juga ritualnya :D

Penyuluh Perikanan mengatakan... Reply Comment

budaya solo memang bagus dan luar biasa, saya jadi kagum dengan solo
trim gan monggo mampir +folow

kangtokkomputer mengatakan... Reply Comment

ikut seneng jika budaya sprt ini masih bisa lestari... mks sharenya

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...