SELAMAT DATANG DI METEOR FOTO "Sangkan Paraneng Dumadi"

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Shutter Count Kamera DSLR

Apa sih Shutter Count itu? 
Gimana cara ngeceknya?

Artikel ini saya buat ter inspirasi dari teman saya yang kemaren mampir ke studio, Dia baru saja ngambil kameranya D60 yang baru selesai di service. Katanya baru ganti Shutter Unit, cepet-cepat saya Googling nyari informasi tentang Shutter Unit & Shutter Count hingga akhirnya saya dapat rangkuman seperti ini mudah-mudahan bermanfaat.

Info seperti ini bagi sebagian para pemegang DSLR yang masih seumur jagung (termasuk saya) mungkin kurang memperhatikan, karena memang tidak tahu atau tidak ada yang memberi tahu, sampai di mana batas hidup atau istilahnya shutter count dari kamera DSLR yang kita punya.
yuk kita bahas ini bareng-bareng..!



Apa sih Shutter Count itu?

Shutter = Penutup
Count = Hitungan

Jadi Shutter Count adalah jumlah hitungan Shutter Unit terbuka dan menutup.
Shutter Count mengindikasikan sudah berapa banyak gambar yang DLSR kita ambil.
Shutter count pada setiap kamera DSLR pun berbeda-beda tergantung pada banyak faktor. Berdasarkan hasil penelusuran, angka rata-rata shutter count untuk kamera DSLR adalah sekitar 100k - 300k (hanya perkiraan rata-rata lho..!)

Berapa umur Shutter Count DSLR?
Jawabannya : hanya Tuhan yang tahu....!

Kita ibaratkan kamera seperti sepeda motor:
Shutter unit = tali gas
Shutter Count = speedometer
Semakin sering tali gas di tarik dan semakin sering kendaraan berjalan maka km pada speedometer akan terus bertambah dan pada suatu saat pastilah turun mesin atau tali gas putus dan  membutuhkan onderdil / tali gas yang baru. Pada saat kita mengganti tali gas apakah km di speedometer menjadi nol? jawabnya "tidak" tali gas yang baru akan meneruskan jumlah km speedometer yang lama. Hal yang sama juga berlaku untuk kamera DSLR kita.

Shutter Count tidak berhubungan dengan ketahanan/masa pakai shutter unit, tanpa ganti shutter unit ,kita bisa reset shutter count jadi nol, begitu juga sebaliknya, meskipun kita ganti shutter unit baru, shutter count tidak bisa Kembali nol (Jika tidak di Reset menggunakan software khusus) karena sekali lagi Shutter Count hanya menghitung berapa kali shutter unit terbukauka dan menutup.
Jadi setelah kamera kita mencapai limit Shutter Count nya, kita tinggal mengganti shutter release kamera tersebut pada authorize service center pemegang merk, hingga kamera kita dapat dioperasikan lagi seperti semula.

Memang pihak produsen mengklaim bahwa Shutter Count kamera DSLR tipe tertentu sudah di tes selama bekali-kali. Tapi itu tidak berlaku 100%. Kamera gua ya kamera gua kamera loe ya kamera loe, bisa jadi kita mendapatkan DSLR yang mampu bertahan selama lebih dari 300k Shutter Counts, atau sebaliknya kita mendapat kamera yang hanya bertahan sebelum 100k Shutter Counts kameranya sudah mati.

Penggunaan kamera yang intens akan mempercepat naiknya Shutter Count, makanya jika anda akan membeli kamera second hand, lihat dengan seksama sudah berapa jauh kamera itu berjalan. Syukur-syukur bisa dicek langsung dengan yang jualan (kalau kita takut dibohongi). Karena secara logika, semakin tinggi Shutter Count, semakin murah harga kamera.

Gimana cara ngeceknya?
Informasi shutter count dari sebuah kamera menjadi sangat penting bagi yang ingin membeli kamera DSLR second. Untuk mengeceknya, kita bisa menggunakan software yang disediakan oleh masing-masing merk kamera atau menggunakan software lain seperti OPANDA IEXIF.2 yang biasa saya pakai, gratisan tapi bisa di andalkan.













Bagian yang dilingkari adalah Shutter Count dari kamera, dan itu menandakan gambar yang diambil adalah gambar ke14.498
Sampai saat ini Nikon D3000 saya yang berumur 1thn setengah ("dari masa pembelian") Shutter Count nya sudah 14.498 dan masih berfungsi dengan baik, tapi kamera D60 milik teman saya yang berumur kurang lebih 2thn Shutter Count nya baru 28.323 tapi sudah "error shutter button release" dan harus service. Dulu gejala awal kerusakan kamera teman saya ini adalah flash body nggak nyala selang 2 bulan "error shutter button release", tapi ini jangan jadi patokan ya...! karena gejala kerusakan tiap-tiap kamera berbeda-beda malah ada yang tidak mengalami gejala kerusakan tau-tau error.

Jadi kesimpulanya Shutter Count bukanlah patokan umur kamera dan Shutter Count dan Shutter Unit walaupun saling berhubungan mereka adalah komponen yang terpisah ibarat tali gas dengan speedometer pada motor seperti penjelasan di atas, so.... ga' sah mikirin Shutter Count karena hanya akan menghambat kreativitas kita saat motret. Menurut saya Shutter Count jadi penting ga' penting lah tapi kalau hanya sekedar ngecek dan ingin tahu "Why not...!"
Semoga bermanfaat..

Salam fotografi...! "maju terus fotografi Indonesia"

Materi saya ambil dari berbagai sumber jadi mohon maaf kalau tidak bisa mencatumkan link sumber disini.

12 komentar:

kangtokkomputer mengatakan... Reply Comment

dapet pengetahuan baru disini... mksh ... :)

Yozgie mengatakan... Reply Comment

Wah gan ane lagi mulai hobi jeprat jepret neh gan,, Rencana Pengen BEli Camera SLR neh.. lumyan dapat materi fotografi neh ! happy bloging

Akasia mengatakan... Reply Comment

Bisa buat info kalo mau beli kamera bekas, thanks .. nice share

Dasman Lebenswelt mengatakan... Reply Comment

thanks :), nice share verymuch :p

gathan legawa mengatakan... Reply Comment

nuhun infona gan

Project Neoptk mengatakan... Reply Comment

terimakasih info nya gan

Andreas Ekatri mengatakan... Reply Comment

cara reset nya gimana gan

zy fauzii mengatakan... Reply Comment
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
zy fauzii mengatakan... Reply Comment
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
zy fauzii mengatakan... Reply Comment

Kameran nikon d3000 saya Sc nya udah 62.514.. Cara nge resetnya gimana ya?? Pliss kasih tau.

Unknown mengatakan... Reply Comment

Cari kamera canon 600D baru atau bekas, cantumkan harganya?

Obat kuat di bandung mengatakan... Reply Comment

Itu bisa di nol in lagi ya gan? Sperti kamera baru gitu.
Trimkasih infonya

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...