SELAMAT DATANG DI METEOR FOTO "Sangkan Paraneng Dumadi"

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Foto Makro

Didalam kategori dunia fotografi kita akan menemui Foto Makro yang sangat menarik untuk di pelajari serta di dalami. Kenapa Makro? Jawabannya banyak banget, dan ga' cukup untuk di jelaskan di sini.
Apa itu Foto Makro?
Foto makro adalah salah satu kategori fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu object. Atau bisa dengan kata lain dunia fotografi yang diperkecil kedalam dunia Micro.
Pembesaran tersebut bisa dilakukan dengan medekatkan obect dengan kamera, atau pun dari jarak terentu  dengan  menggunakan lensa tele dan harus tetap mengusung konsep “Foto yang berbicara” dengan melibatkan unsur komposisi dan keseimbangan.

Secara garis besar foto makro diperlukan untuk:
1.Untuk bahan Scientific/ identifikasi species (satwa/tumbuh2an).
2.Untuk Engineering, metallurgy, manufacture.
3.Untuk tujuan promosi/marketing suatu benda/hewan/tumbuh2an .
4.Untuk keindahan , bahwa di dunia ini ada makhluk lain cipta’an Tuhan yang tidak bisa kita melihatkeindahannya dengan mata biasa.



Komposisi, bentuk dan detil suatu benda yang kecil mungkin akan luput dari perhatian kita, maka dengan foto makro kita akan bisa melihat dengan jelas secara detail, baik warna maupun bentuknya.

Nah melalui foto makro inilah kita dapat melihat dengan jelas mata atau face seekor lalat akan menjadi indah bentuk dan warnanya, dan juga proses penyerbukan putik pada bunga oleh lebah, kupu2 yang sedang menghisap madu, lekuk detail ukiran sebuah koin, bahkan membekukan sebuah lebah yang sedang terbang dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Seiring dengan bertambah majunya era digitalisasi saat ini, mempelajari foto makro adalah hal yang tidak sulit, tidak seperti di era fotografi saat masih menggunakan kamera analog plus negative film.

Oleh sebab itu pada saat era digital saa ini, foto makro dapat dilakukan oleh siapa saja ,tua maupun muda, lelaki atau perempuan, bahkan untuk fotogafer pemula dan kamera yang bukan pro, asal saja dilakukan dengan sungguh-sungguh bisa membuat foto makro.
Benda-benda yang dapat di foto makro antara lain adalah:
Benda mati/diam
Seperti: sendok/garpu,perhiasan, uang koin, perangko,miniature mobil2an, souvenir dll.
Benda hidup 
Seperti : serangga, kupu-kupu, bunga tanaman, laba2, dll

Alat untuk foto makro:

Kamera Saku/Prosumer
Dengan kamera saku/prosumer pun kita bisa mengabadikan keindahan sebuah bunga mawar, sebuah kupu2 yang hinggap di bunga.
Karena saat ini tekhnologi digital telah memungkinkan kita untuk melakukan foto makro dengan hasil yang tidak kalah bagusnya dengan kamera professional. Hampir semua kamera saku/prosumer yang sudah menyediakan fasilitas macro (biasanya ditandai dengan lambang gambar bunga tulip). Dan memungkinkan kita memotret dengan jarak focus kamera dan bendanya hingga beberapa sentimeter saja.

Saat ini sudah tersedia filter/alat tambahan yang dapat di pasang di kamera saku didepan lensanya untuk fotografi makro seperti Raynox dan filter lainnya untuk mendapatkan pembesaran yang lebih .

 Kamera SLR (Single Lens Reflex) baik analog maupun digital.

Semua kamera SLR/DSLR kini sudah memiliki fasilitas untuk foto makro dengan menggunakan lensa yang berbeda-beda dan biasanya jarak antara focus lensa ke objectnya akan berbeda tergantung jenis lensa yang kita gunakan.

Untuk lensa khusus makro biasanya jarak object ke lensa bisa sampai 20 cm, tapi apabila kita menggunakan lensa tele maka jarak terdekat yang bisa kita dapatkan titik focus biasanya lebih dari 1 meter dari object.

Sekarang telah banyak tersedia alat tambahan berupa filter close up,filter Lup/Raynox dan reverse lens (sebuah lensa yang dimodifikasi) yang di tempelkan didepan lensa, maka jarak antara object dan lensa akan semakin dekat untuk mendapatkan pembesaran lebih dari 1:1. Dan ada juga tele converter dan extension tube yang dipasang diantara lensa dan odi kamera.
Kamera  SLR/DSLR
Umum:
Menggunakan lensa khusus makro atau lensa  zoom yang  bertanda “bunga tulip”(bisa untuk foto makro )
Menggunakan  lensa tele atau lensa normal plus tele converter..

Berikut beberapa jenis lensa yang biasa di pergunakan untuk foto makro:

Lensa Makro Normal : 50mm
Lensa Makro Mid tele : 90-105mm
Lensa Makro Tele : 150-180mm

Ekstrem:
Memasang lensa tambahan lagi dengan posisi terbalik didepan lensa dengan tambahan sebuah adapter khusus.
Menggunakan filter tambahan seperti filter close-up didepan lensa.
Memakai filter yang seperti sifatnya  sebuah kaca pembesar/Lup , Raynox,
ada juga yang menambahkan sebuah kaca pembesar yang di lekatkan didepan lensa.
Kalo saya karena ga punya alat2 di atas saya biasa pake lensa zoom bawaan kamera aja dengan cara lensa saya lepas dan saya gunakan secara terbalik.

Beberapa hal yang harus diperhatikan selama pemotretan makro(sebenernya bukan hanya makro tapi semua jenis pemoteretan) adalah:

Sumber cahaya
Depth Of Field (DoF)
Fokus
Komposisi


Keempat hal di atas pernah kita bahas pada artikel sebelumnya, silahkan di baca!
di tambah:

Mood dan kesabaran
Memotet adalah seperti halnya kita melukis sebuah kanvas putih, yang akan di lukis dengan menggunakan cahaya. Mood seorang fotografer akan tertuang dikanvas elektronik tersebut  saat mengabadikannya.
Foto makro sangatlah menuntut kesabaran yang sangat tinggi dalam memotret sebuah bunga mawar apalagi seekor kupu2/lebah yang sedang sibuk menghisap madu di bunga.

Ingatlah, focus, eksposure dan komposisi dari object yang akan kita lukis di kamera apakah sudah seperti yang akan kita abadikan sesuai dengan mood nya.

Moment dan keberuntungan
 
Moment tidaklah sesulit seperti yang kita bayangkan, kita bisa mempelajari waktu, kebiasaan  dan tempat dari setiap serangga keluar (pada umumnya pagi). Atau saat yang tepat/terbaik kapan sebuah bunga akan mekar. Kadang kala factor keberuntungan lah yang mempertemukan fotografer dengan objectnya.
Tapi jika kita tidak mendapatkan object yang baik dan menarik lalu kita menyerah dan tidak mau berusaha mengulanginya esok harinya jangan harap kita akan mendapat hasil maksimal dan kita tidak akan kreatif.
Karena kunci dari fotografi makro adalah terus berlatih dan terus berusaha semaksimal mungkin.

Beberapa tips & trik makro fotografi serangga dan bunga:


Pelajari /baca wajah daripada object
Pada saat memotret makro serangga, buatlah foto saat dia sedang berpose, tunggulah momen saat mata serangga tsb terpaku ke lensa.
Bila memotret bunga, perhatikan dan carilah  sisi terbaik dari penampilan bunga tsb. Apakah harus mengambil angle secara keseluruhan, atau hanya diperlukan bagian kecil seperti putik atau benang sarinya.
Bereksperimenlah dengan berbagai arah dan anglenya.

Background yang bersih
Usahakan semaksimal mungkin background  itu bersih/simple yang mendukung objeknyanya. Kalaupun ingin mendapatkan background hitam (warna lain) bisa disiasati dengan menggunakan kain berwarna sebagai backgroundnya.

Hindari Angin

Memotret makro pada saat angin bertiup adalah hal yang sia2, karena kita akan mendapatkan hasil yang blur, bisa juga disiasati dengan mengatur shutter speed yang cepat, tapi sebisa mungkin hindarilah memotret makro disaat angin sedang bertiup sehingga akan membuat goyangan pada objek.

Sabar menunggu momen yang tepat
Pada saat berburu/hunting makro khususnya serangga, usahakan berdiam diri sehingga segala tidak menarik perhatian serangga tsb.
Apabila kita akan mendekati object, usahakan agar gerakan kita tidak membuat serangga tsb melarikan diri meninggalkan kita.
Dan apabila memotret  serangga yang menempel pada bunga, cari posisi yang tepat pada saat dia sedang menghisap madu atau pada saat dia keluar dari bunga adalah moment yang sangat bagus untuk diabadikan.

Tahan napas saat menekan shutter kamera. 
Membuat posisi spt segitiga antara lengan dan siku yang ditempel kedada kita akan memperkokoh pegangan kamera, ditambah dengan menahan napas sesaat pada waktu menekan shutter kamera akan mengurangi kemungkinan kamera shake dan bisa menghindari hasil foto yang blur/shake.

Tambahan cahaya
Walaupun cahaya tambahan seperti flash adalah tidak dianjurkan, tapi jika dengan menggunakan diffuser atau peredam cahaya pada flash akan membuat halus hasil fotonya dan tidak akan terlau keras kontras yang dihasilkan pada objectnya.
Hindari direct flash ,atau tambahkan difusser pada flash, atau  gunakan tekhnik bouncing untuk mendapatkan dimensi dari object.
Huuhhff.... ribet juga yahhh.., tapi ya itulah dunia fotografi yang selalu memberikan sensasi dan tantangan bagi para pecintanya, wokey... sekian dulu artikelnya, sebelumnya saya mohon maaf karena saya tidak bermaksud ingin menggurui rekan2 semua, karena  masih banyak kekurangan yang saya miliki dibandingkan dengan para senior yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi khusunya makro.

Semoga bisa bermanfaat bagi rekan2 sesama pecinta fotografi  khususnya dunia makro dan saya ucapkan teerima kasih atas kesediaanya untuk membaca artikel ini dan saya mohon ma'af apabila artikel ini masih jauh dari sempurna.

Baca juga di : www.fotografer.net
Kritik dan saran sampaikan lewat kotak komentar

3 komentar:

master photografi mengatakan... Reply Comment

sory bos, ini koreksi aja photo makro ntuh photo jarak dekat, n lensa makro beda sama lensa zoom,emang kurang lebih mirip sama sama pembesaran, ni sebagai bahan bacaan buat memperbaiki blog anda ( http://chip.co.id/articles/cfvd/2010/04/08/14-lensa-makro-dalam-pengujian/)

iduy mengatakan... Reply Comment

@master photografi: makasih Bos atas sarannya blog ini emang butuh banyak masukan, makasih juga dah sudi berkunjung. oke saya langsung ke TKP yang dimaksud dah....!!

Searsir Beranda mengatakan... Reply Comment

menarik..

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...